Home » Posts filed under Astronomi
@SurgaBerita - Ditemukan Gua Misterius dan Balok Kayu Sarang Alien di Mars, Misteri penemuan artefak seperti kerangka hewan, tengkorak manusia dan patung di Mars masih belum terpecahkan. Tak lama, para peneliti menemukan objek berbentuk gua dan kayu di planet Mars. Apakah mungkin gua tersebut adalah sarang alien?

Gambar yang diambil NASA ini menunjukkan adanya sebuah gua seperti pintu yang misterius pada dasar sebuah formasi bukit di Mars. Orang yang pertama mengidentifikasi pintu tersebut bukanlah ilmuwan NASA melainkan seorang pembaca web Cnews dari Rusia bernama Alexander Novgorodov. Ia melihat sebuah struktur seperti buatan manusia di kaki bukit. Gambar ini diambil oleh pesawat Reconnaissance Orbiter.
Para peneliti mengemukakan kemungkinan bahwa pintu tersebut adalah sebuah hasil dari erosi iklim. Namun tetap saja pintu
itu menjadi perbincangan hangat mengingat bentuknya yang unik.

Bentuk bukit yang seperti air mata ini terletak di tengah-tengah wilayah beku planet Mars. Mars adalah rumah dari gunung terbesar di seluruh planet dan lembahnya adalah yang terdalam dari seluruh planet yang pernah ditemukan. Dan Mars juga satu-satunya planet yang paling mungkin dapat menampung kehidupan manusia. Beberapa tanaman terbukti dapat hidup pada tekanan CO2 rendah seperti atmosfer Mars.
Kayu ?

Gambar yang diambil NASA ini menunjukkan adanya sebuah gua seperti pintu yang misterius pada dasar sebuah formasi bukit di Mars. Orang yang pertama mengidentifikasi pintu tersebut bukanlah ilmuwan NASA melainkan seorang pembaca web Cnews dari Rusia bernama Alexander Novgorodov. Ia melihat sebuah struktur seperti buatan manusia di kaki bukit. Gambar ini diambil oleh pesawat Reconnaissance Orbiter.
Para peneliti mengemukakan kemungkinan bahwa pintu tersebut adalah sebuah hasil dari erosi iklim. Namun tetap saja pintu
itu menjadi perbincangan hangat mengingat bentuknya yang unik.

Bentuk bukit yang seperti air mata ini terletak di tengah-tengah wilayah beku planet Mars. Mars adalah rumah dari gunung terbesar di seluruh planet dan lembahnya adalah yang terdalam dari seluruh planet yang pernah ditemukan. Dan Mars juga satu-satunya planet yang paling mungkin dapat menampung kehidupan manusia. Beberapa tanaman terbukti dapat hidup pada tekanan CO2 rendah seperti atmosfer Mars.
Kayu ?
Foto dibawah ini diambil oleh Mars Rover, dan yang terekam di dalam foto tersebut membuat para ahli kebingungan. Apakah itu sepotong kayu ? Foto itu pertama kali dirilis pada tahun 2004.
@SurgaBerita - Beginilah jadinya jika Galaksi ANdromeda Menabrak Galaksi Bima Sakti, Kita semua tahu bahwa kita tidak hidup sendirian di alam semesata ini. Maksud ane bukan tentang makhuk hidupnya gan, tapi tentang galaksi.
Selain galaksi kita Bima Sakti, terdapat milyaran (bahkan lebih) galaksi di luar sana, dan yang terdekat adalah galaksi Andromeda, yaitu berjarak 2,5 juta tahun cahaya.
Berikut adalah ilustrasi Jika Galaksi Andromeda Bertabrakan dengan Galaksi Bima sakti :
Data terbaru mengatakan bahwa galaksi andromeda bergerak dengan kecepatan 300.000 mil/jam, lebih cepat 100x dari kecepatan peluru, ke arah galaksi kita Bima Sakti (kita tahu bahwa alam semesta mengembang dan galaksi2pun juga bergerak). Apakah yang akan terjadi nanti ketika Andromeda menubruk Bima Sakti?
Silakan nikmati trit ane kali ini,,
==Evolusi Galaksi==
Mengintip kembali dimana sebuah galaksi mulai terbentuk.
Para astronom menemukan kumpulan2 kecil dari milyaran bintang muda mengelompok bersama sama. Pengelompokan tersebut lama2 akan menyatu dan membentuk ikatan satu sama lain, hanya menyisakan beberapa kelompok besar yang tidak beraturan. Akhirnya dari beberapa kelompok besar (galaksi muda) tak beraturan ini akan berkembang dari sisi ukuran dan bentuknya, terbentuklah sebuah galaksi dengan bentuk yang familiar, seperti elips, disk, dan lain2.
Fact: Di awal alam semesta (setelah Big Bang), tabrakan antar galaksi terjadi 10x lebih sering daripada sekarang
Dari sini dapat diambil kesimpulan, bahwa tabrakan antar galaksi adalah cara galaksi untuk berevolusi.
Seperti tetesan air yang bergabung dan membentuk samudra. Kolam bintang ini juga akan bergabung satu sama lain untuk berevolusi menjadi galaksi yang lebih besar.
==Tabrakan Antar Galaksi==
Tabrakan antar galaksi disebabkan adanya gravitasi yang saling tarik menarik antar galaksi yang berdekatan, seperti Bima Sakti dan Andromeda. Jangan bayangkan tabrakan antar galaksi akan membuat kerusakan mega dahsyat, SALAH. Ketika Andromeda menabrak Bima Sakti, pengaruh yang diterima Matahari dan Bumi kita sangatlah kecil, kenapa bisa demikian?
Penyelamat kita adalah JARAK.
Bayangkan, jika matahari sebesar pasir, maka ente harus menempuh jarak 2 mile sebelum bertemu dengan Alpha Centaury. Celah yang sangat lebar pada bintang terdekat di Bima Sakti.
Fact: Alpha Centaury adalah bintang terdekat dengan Matahari dengan jarak 4,4 tahun cahaya. Berada di konstelasi Crux.
Ketika Andromeda bertabrakan, maka hanya akan melewati/menembus Bima Sakti melalui celah kosong ini, sehingga pengaruh pada Tata Surya Matahari tidaklah signifikan.
Tapi celah kosong yang ane maksud di atas sebenarnya tidak sepenuhnya kosong, terdapat banyak awan debu dan gas angkasa yang terdiri dari atom2 penyusun bintang. Ketika galaksi bertubrukan, awan gas dan debu inipun juga akan saling bertubrukan, jika terjadi dalam jumlah yang besar akan terjadi sebuah kompresi luar biasa sehingga menimbulkan gravitasi. Pada saat gravitasi ini sudah muncul, maka awan gas dan debu angkasa ini akan runtuh ke pusat gravitasi dan membentuk sebuah bintang baru. Ada bintang yang sendiri, ada juga yang berkelompok (bisa menjadi 1000 bintang lebih per kelompok).
Fact: Terdapat 70 sextillion (7 diikuti 22 nol di belakangnya)bintang jika dilihat dengan mata telanjang
Ketika galaksi bertabrakan, gravitasi yang besar mengakibatkan perubahan bentuk yang signifikan, untuk lebih jelasnya silakan intip gambar berikut.
Dari ujung kiri sampai ujung kanan merupakan awal tabrakan galaksi
Mulai menyatu
Fact: Daerah tanda panah disebut "Tidal Tails", tempat lahirnya bintang.
berikut ilustrasinya
Jika kita lihat langit malam, langit selalu konstan, menunjukkan pemandangan yang sama setiap tahunnya. Tetapi jika kita berada di Bumi 5 milyar tahun dari sekarang, maka pemandangan langit akan tampak LUAR BIASA.
Fact: Pada 5 milyar tahun di akan datang, matahari akan bertransformasi menjadi Red Giant Star, dan Bumi akan tertelan didalamnya.
Andromeda, yang sekarang hanya terlihat seperti titik yang redup akan tumbuh lebih besar berjalan seiringnya waktu, menutup jarak 2,5 juta tahun cahaya dan menciptakan pemandangan SUPER.
Saat Andromeda mulai bertabrakan dengan Bima Sakti, awan gas dan debu akan mulai terkompresi, dan akan terbentuk bintang muda biru cerah. Sementara banyak terbentuk juga Cluster baru yang lebih terang 100x daripada yang kita lihat sekarang.
@SurgaBerita - Cara Astronot Merayakan Natal di Luar Angkasa, Para astronot yang sedang bertugas di luar angkasa tak mau ketinggalan merayakan Natal. Memang tidak semeriah di bumi. Tapi, mereka berhasil menyulap laboratoriumnya menjadi arena pesta.
Para astronot yang tinggal di Stasiun Antariksa Nasional menyulap laboratorium penelitiannya sedemikian rupa, sehingga membuat mereka nyaman melalui liburan Natal di situ. Mereka makan bersama, bertukar hadiah, dan bergembira selama Natal dan Tahun Baru.
Ada enam awak di Stasiun Ekspedisi 34 yang melayang di angkasa. Tiga astronot baru tiba di laboratorium penelitian luar angkasa seharga US$100 miliar itu.
Mereka adalah Chris Hadfield dari Badan Antariksa Kanada, Tom Marshburn dari NASA, dan Roman Romanenko kosmonot asal Rusia. Mereka bergabung dengan tiga astronot yang tiba lebih dulu, yaitu Kevin Ford dari NASA, Oleg Novitskiy dan Evgeny Tarelkin, asal Rusia.
Juru Bicara NASA, Nicole Cloutier Lamasters, menjelaskan para awak di stasiun ruang angkasa itu bebas tugas selama dua malam Natal. "Mereka akan memiliki banyak waktu untuk makan, sesuai dengan keinginannya," katanya seperti dilansir dari Space.com.
Selain itu, para awak juga memiliki beberapa pilihan dekorasi yang telah disediakan oleh NASA. Ada pohon Natal yang terbuat dari bahan Nomex, yaitu serat tahan api yang aman dipakai di stasiun ruang angkasa. "Para astronot juga disediakan kalkun dan ubi," katanya.
Mereka juga diberi kesempatan konferensi video dengan keluarga. "Ini adalah hadiah terbaik yang diberikan, karena konferensi video butuh perencanaan yang baik agar tidak mengganggu sistem kontrol misi," kata Nicole.
Seorang astronot, Tom Marsburn, mengaku sedih merayakan Natal di ruang angkasa. Dia mengaku rindu berat dengan putrinya yang berusia 10 tahun.
"Meskipun kita mempunyai teknologi yang memungkinkan saya dapat melihat wajah-wajah ceria keluarga, namun itu sedikit menyedihkan. Saya berpikir, bahwa saya sangat ingin berada di bumi bersama-sama keluarga," ujarnya.
Roman Romanenko, kosmonot asal Rusia, mencoba menikmati perayaan Natal di stasiun ruang angkasa. "Saya pikir ini adalah petualangan dan momen terbaik, kami semua berdandan, mendekorasi ruangan, memasang pohon Natal, dan beberapa hadiah yang dikirimkan dengan kendaraan kargo. Tentu itu membuat kami sangat bahagia dan menjadikan malam Natal menjadi istimewa," ujarnya. (umi)
@SurgaBerita - Tanda-tanda Kiamat adalah Planet menjadi debu. Matahari menyusut.
Prediksi mengenai detail kejadian kiamat memiliki banyak versi. Sisa-sisa kehancuran planet mirip bumi yang ditemukan di sekitar bintang putih menimbulkan spekulasi ilmuwan. Penemuan ini menawarkan visi masa depan bumi, Gambaran Kiamat.
Astrofisikawan Universitas Warwick, Inggris, menemukan empat bintang kecil yang dikelilingi debu hancuran planet. Bubuk putih ini merupakan bentuk akhir dari kehidupan bintang setelah termonuklir membakar bintang. Dengan bantuan teleskop Hubble, survei terbesar mengenai komposisi kimia atmosfer dari bintang putih pun digelar.
Para peneliti menemukan elemen yang paling sering terlihat di debu sekitar empat bintang ini yakni oksigen, magnesium, besi, dan silikon. Keempat unsur ini merupakan 93 persen unsur yang membentuk bumi. Ini menjadi bukti bintang kecil padat dikelilingi "bangkai" dari dunia yang mereka "makan".
Salah satu bintang menghisap inti planet yang kaya akan zat besi, nikel, dan belerang, hanya dalam satu juta kilo per detik.
Profesor Boris Gansicke dari Universitas Warwick, Inggris mengatakan proses kehancuran yang menyebabkan cakram debu di sekitar bintang kerdil kemungkinan dapat terjadi di tatasurya kita.
"Apa yang kami lihat hari ini pada bintang kerdil putih yang berjarak beberapa ratus tahun cahaya dapat menggambarkan masa depan bumi," urai pakar dari Departemen Fisika ini.
Menurut Gansicke, matahari dapat mencapai akhir hidupnya seperti bintang itu.
"Mereka meluas menjadi raksasa merah ketika bahan bakar nuklir pada intinya habis," imbuhnya.
"Ketika ini terjadi pada tatasurya kita, miliaran tahun dari sekarang, matahari akan menelan bagian dalam planet Merkurius dan Venus. Tidak jelas apakah bumi juga akan ditelan oleh matahari dalam fase raksasa merah. Tapi, seandainya dapat bertahan sekalipun, permukaannya akan dipanggang," ujar Gansicke seperti dikutip dari laman Dailymail.co.uk.
Selama proses matahari menciut, pusat tatasurya ini akan kehilangan sejumlah besar massa. Semua planet akan menjauh. Kekacauan orbit memicu tabrakan antara planet-planet.
"Dalam tatasurya kita, Jupiter akan bertahan hingga evolusi akhir matahari tanpa cedera," cetus Gansicke.
Observasi bintang putih PG0843+516 dapat menceritakan kisah tentang kehancuran dunia. Peneliti percaya mereka mengamati bintang putih itu saat sedang menelan material dari inti planet. Proses ini serupa dengan proses pemisahan inti dari mantel bumi. Tim Gansicke ini telah memantau lebih dari 80 bintang kerdil putih sebelum mengumumkan temuannya.
Tag : Tanda-tanda Kiamat, Gambaran Kiamat Seperti Apa, Ramalan Tentang Kiamat 2012

@SurgaBerita - Astronom Temukan Planet Baru yang Berpotensi Dihuni, Satu tim ahli astronomi Inggris-Jerman telah menemukan satu planet baru yang berpontensi dihuni manusia. Planet tersebut mengorbit di dekat Mataharinya dan diperkirakan memiliki iklim mirip Bumi sehingga dapat menunjang kehidupan.
Tim tersebut sesungguhnya menemukan tiga planet baru yang mengorbit bintang yang berjarak 44 tahun cahaya. Tapi hanya satu dari planet itu berada di wilayah yang disebut Zona Goldilocks, rangkaian di sekitar Matahari, tempat temperatur tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin bagi kehadiran air cair.
"Bintang HD 40307 adalah bintang kerdil tua yang sangat tenang, sehingga tak ada alasan mengapa planet semacam itu tak bisa berisi iklim seperti di Bumi," kata Guillem Angla-Escude dari University of Goettingen, Jerman. Ia memimpin penelitian tersebut bersama Mikko Tuomi di University of Hertfordshire di Inggris.
Planet itu memiliki massa sedikitnya tujuh kali massa Bumi, tapi mengorbit dalam jarak yang sama dari Mataharinya, yang berarti planet tersebut menerima jumlah energi Matahari seperti yang diperoleh Bumi.
Lebih dari 800 planet telah ditemukan di luar sistem Galaksi Bima Sakti sejak pertama kali dideteksi pada awal 1990-an. Namun hanya segelintir planet telah berada di wilayah yang bisa dihuni.
Bahkan yang lebih langka adalah beberapa planet di zona yang berputar, seperti yang satu ini, untuk menciptakan waktu siang dan waktu malam --sehingga meningkatkan kemungkinan terbentuknya lingkungan seperti di Bumi. Planet yang tidak berputar dikatakan sebagai terikat pasang-surut, dan satu setengahnya berada dalam kegelapan terus-menerus.
"Ini adalah planet yang paling mendekati Bumi dalam hal zona yang bisa dihuni yang tidak terikat pasang-surut," kata ahli astronomi dari University of Hertfordshire Hugh Jones kepada Reuters -- yang dipantau Kamis (8/11).
(sumber : Repubika.co.id)
Bigbang.Credit: NASA/WMAP@SurgaBerita - Fakta Tentang Alam semesta selalu mengejutkan kita tentang hal-hal yang luar biasa yang terkadang di luar nalar manusia. Mulai dari asal usul alam semesta, luasnya, objek di dalamnya, lubang hitam, penemuan bintang dan planet-planet aneh dan masih banyak lagi. Nah berikut adalah beberapa hal mengejutkan di alam semesta tempat kita tinggal, seperti yang dikutip dari space.com, Rabu (05/10/2011).
1. Usia Alam Semesta Sangat Tua
Dark Energy Abell Cluster.Credit: NASA, ESA, E. Jullo (JPL/LAM), P. Natarajan (Yale) and J-P. Kneib (LAM)Alam semesta dimulai dengan Big Bang dan diperkirakan terjadi sekira 13.7 miliar tahun yang lalu (plus atau minus 130 juta tahun)
Astronom mengkalkulasi hal ini dengan melakukan pengukuran pada komposisi materi dan kepadatan energi di alam semesta yang memberi petunjuk bagi mereka untuk memperkirakan sberapa cepat ekspansi alam semesta di masa lalu. Peneliti akan dibawa kembali ke masa lalu dan memperkirakan kapan Big Bang terjadi. Waktu diantara ledakan itu sampai waktu saat ini merupakan usia alam semesta kita.
2. Alam Semesta Semakin Membesar
Dark Ring.Credit: ESA/HubblePada tahun 1920, astronom Edwin Hubble membuat penemuan revolusioner yang mengungkapkan bahwa alam semesta tidak statik (tetap), tapi terus membesar / mengembang. Tapi apakah gravitasi dari materi akan memperlambatnya atau akan ada hal baru lainnya?
Pada 1998 teleskop Hubble mengamati keberadaan supernova yang letaknya sangat jauh dan ditemukan bahwa pada masa lalu alam semesta meluas lebih lambat daripada hari ini. Dari teka-teki ini, maka muncullah apa yang disebut dengan dark energy (energi gelap) yang mendorong percepatan ekspansi alam semesta.
3. Percepatan Alam Semesta Terus Meningkat
Hubble Galaxy Pair.Credit: NASA, ESA, the Hubble Heritage (STScI/AURA)-ESA/Hubble Collaboration, and A. Evans (University of Virginia, Charlottesville/NRAO/Stony Brook University)Energi gelap bukan hanya menyebabkan alam semesta mengembang, tapi menyebabkan obyek lainnya seperti galaksi bergerak menjauh semakin cepat. Percepatan alam semesta menegegaskan teori relativitas umum Einstein dan konstanta kosmologi Einstein untuk menjelaskan energi gelap yang tampaknya mampu menangkal gravitasi dan menyebabkan alam semesta meluas dalam tempo yang cepat.
4. Alam Semesta Bisa Berbentuk "Datar"
Deformed Galaxies Universe Expansion.Credit: NASA, ESA, P. Simon (University of Bonn) and T. Schrabback (Leiden Observatory)Bentuk alam semesta merupakan hasil interaksi antara tarikan gravitasi (berdasarkan kepadatan materi di alam semesta) dan percepatan. Jika kerapatan alam semesta melebihi nilai kritis tertentu, maka alam semesta adalah "tertutup," seperti permukaan sebuah bola. Ini menyiratkan bahwa alam semesta tidak terbatas tetapi juga tidak memiliki akhir. Dalam hal ini, alam semesta akhirnya akan berhenti berkembang dan mulai runtuh dengan sendirinya, dalam peristiwa yang dikenal sebagai "Big Crunch."
Jika kerapatan alam semesta kurang dari nilai kerapatan kritis, maka bentuk alam semesta adalah "terbuka," seperti permukaan sebuah pelana. Dalam hal ini, alam semesta tidak memiliki batas dan akan terus berkembang selamanya.
Namun, jika kerapatan alam semesta sama persis dengan kerapatan kritis, maka geometri alam semesta adalah "datar," seperti selembar kertas. Di sini, alam semesta tidak memiliki batas-batas dan akan berkembang selamanya, tetapi tingkat ekspansi secara bertahap akan mendekati nol setelah jumlah tak terbatas waktu. Pengukuran terakhir menunjukkan bahwa alam semesta adalah datar dengan margin kesalahan sekitar 2 persen.
5. Alam Semesta Dipenuhi Oleh Hal yang Tidak Terlihat
Dark Rings.Credit: ESA/HubbleAlam semesta memiliki banyak hal yang tidak dapat dilihat. Bahkan bintang-bintang, planet dan galaksi yang saat ini dapat dideteksi, itu hanya 4 persen bagian dari alam semesta, menurut para astronom. 96 persen lainnya merupkaan hal-hal yang tidak terlihat.
Hal-hal tidak terlihat yang aneh ini disebut dengan dark energy (energi gelap) dan dark matter (materi gelap). Memang keberadaannya tidak dapat dilihat, tapi bisa dideteksi dengan mengamati pengaruh energi gravitasinya terhadap objek-obyek normal alam semesta yang bisa terlihat.
6. Alam Semesta Memiliki Gema Kelahirannya
PLANCK_FSM.Credit: ESA/ LFI & HFI ConsortiaGelombang mikro kosmik yang terdiri dari gema cahaya merupakan sisa energi dari ledakan Big Bang 13.7 miliar tahun lalu.
Misi Plank oleh ESA (European Space Agency) memetakan seluruh langit dalam gelombang mikro cahaya untuk mengungkapkan petunjuk baru tentang bagaimana alam semesta bermula. Pengamatan alam semesta melalui gelombang mikro cahaya merupakan pengamatan paling tepat yang pernah diperoleh. Hal ini kemudian digunakan sebagai petunjuk oleh ilmuwan untuk menjawab pertanyaan apa yang terjadi setelah alam semesta terbentuk.
7. Alam Semesta Lain (Paralel)
Tiori MULTI UNIVERSE.Credit: Stephen Feeney/UCLGagasan bahwa kita hidup di multiuniverse, di mana alam semesta kita adalah salah satu dari banyak, berasal dari teori disebut inflasi kekal (eternal inflation), yang menunjukkan bahwa segera setelah Big Bang, ruang-waktu diperluas pada tingkat yang berbeda di tempat yang berbeda. Menurut teori ini, hal ini menimbulkan gelembung alam semesta yang dapat berfungsi dengan hukum mereka sendiri terpisah dari fisika.
Konsep ini kontroversial dan murni hipotetis sampai studi terbaru mencari tanda-tanda fisik dari teori multiverse di latar belakang gelombang mikro kosmis, yang merupakan peninggalan dari Big Bang yang meliputi alam semesta kita.
Para peneliti mencari pengamatan terbaik yang tersedia dari gelombang mikro kosmik tanda-tanda tabrakan gelembung alam semesta, tapi tidak menemukan hal yang konklusif. Jika dua alam semesta telah bertabrakan, para peneliti mengatakan, itu akan meninggalkan pola melingkar di belakang dalam latar belakang gelombang mikro kosmik. (Adi Saputro/Astronomi.us)
For Sumber
Tag : Fakta Unik dan Menarik tentang Astronomi dan Alam Semesta yang Penting untuk diketahui
@SurgaBerita - Bima Sakti atau juga Dikenal dengan Milky Way Jarak antara matahari dan pusat galaksi diperkirakan 27.700 tahun cahaya. Di dalam galaksi bimasakti terdapat sistem Tata Surya, yang didalamnya terdapat planet Bumi tempat kita tinggal. Diduga di pusat galaksi bersemayam lubang hitam supermasif (black hole).
Kali ini SurgaBerita akan Menampilkan 10 Fenomena Galaksi Bima Sakti yang Paling Menakjubkan
1. Tabrakan Antar Galaksi

Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda dan galaksi kita , yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.
Credit: F. Summers/C. Mihos/L. Hemquist
2. Quasar

Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat. Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C 273, yang dipotret pada 1979.
Credit: NASA-MSFC
3. Materi Gelap (Dark Matter)

Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai dari neotrino berat hingga invisible black hole. Jika dark matter benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.
Credit: Andrey Kravtsov
4. Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)

Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas. LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati gelombang yang sukar dipahami ini.
Credit: Henze/NASA
5. Energi Vakum

Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan, ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual” yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu, berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta.
Credit: NASA-JSC-ES&IA
6. Mini Black Hole

Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar, maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya, mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.
Credit: NASA-MSFC
7. Neutrino

Neutrino merupakan partikel elementer yang tak bermassa dan tak bermuatan
yang dapat menembus permukaan logam. Beberapa neutrino sedang menembus tubuhmu saat membaca tulisan ini. Partikel “phantom” ini diproduksi di dalam inti bintang dan ledakan supernova. Detektor diletakkan di bawah permukaan bumi, di bawah permukaan laut, atau ke dalam bongkahan besar es sebagai bagian dari IceCube, sebuah proyek khusus untuk mendeteksi keberadaan neutrino.
Credit: Jeff Miller/NSF/U. of Wisconsin-Madison
8. Ekstrasolar Planet (Exoplanet)

Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200 ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan beberapa dunia seperti di bumi.
Credit: ESO
9. Radiasi Kosmik

Radiasi ini disebut juga Cosmic Microwave Background (CMB) yang merupakan sisa radiasi yang terjadi saat Big Bang melahirkan alam semesta. Pertama kali dideteksi pada dekade 1960 sebagai noise radio yang nampak tersebar di seluruh penjuru alam semesta. CBM dianggap sebagai bukti terpenting dari kebenaran teori Big Bang. Pengukuran yang akurat oleh proyek WMAP menunjukkan bahwa temperatur CMB adalah -455 derajat Fahrenheit (-270 Celsius).
Credit: NASA/WMAP Science Team
10. Antimateri

Seperti sisi jahat Superman, Bizzaro, partikel (materi normal) juga mempunyai versi yang berlawanan dengan dirinya sendiri yang disebut antimateri. Sebagai contoh, sebuah elektron memiliki muatan negatif, namun antimaterinya positron memiliki muatan positif. Materi dan antimateri akan saling membinasakan ketika mereka bertabrakan dan massa mereka akan dikonversi ke dalam energi melalui persamaan Einstein E=mc2. Beberapa desain pesawat luar angkasa menggabungkan mesin antimateri.
Credit: Penn State U. /NASA-MSFC
Tag : 10 Fenomena Galaksi Bima Sakti yang Paling Menakjubkan
Kali ini SurgaBerita akan Menampilkan 10 Fenomena Galaksi Bima Sakti yang Paling Menakjubkan
1. Tabrakan Antar Galaksi

Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda dan galaksi kita , yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.
Credit: F. Summers/C. Mihos/L. Hemquist
2. Quasar

Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat. Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C 273, yang dipotret pada 1979.
Credit: NASA-MSFC
3. Materi Gelap (Dark Matter)

Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai dari neotrino berat hingga invisible black hole. Jika dark matter benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.
Credit: Andrey Kravtsov
4. Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)

Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas. LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati gelombang yang sukar dipahami ini.
Credit: Henze/NASA
5. Energi Vakum

Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan, ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual” yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu, berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta.
Credit: NASA-JSC-ES&IA
6. Mini Black Hole

Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar, maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya, mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.
Credit: NASA-MSFC
7. Neutrino

Neutrino merupakan partikel elementer yang tak bermassa dan tak bermuatan
yang dapat menembus permukaan logam. Beberapa neutrino sedang menembus tubuhmu saat membaca tulisan ini. Partikel “phantom” ini diproduksi di dalam inti bintang dan ledakan supernova. Detektor diletakkan di bawah permukaan bumi, di bawah permukaan laut, atau ke dalam bongkahan besar es sebagai bagian dari IceCube, sebuah proyek khusus untuk mendeteksi keberadaan neutrino.
Credit: Jeff Miller/NSF/U. of Wisconsin-Madison
8. Ekstrasolar Planet (Exoplanet)

Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200 ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan beberapa dunia seperti di bumi.
Credit: ESO
9. Radiasi Kosmik

Radiasi ini disebut juga Cosmic Microwave Background (CMB) yang merupakan sisa radiasi yang terjadi saat Big Bang melahirkan alam semesta. Pertama kali dideteksi pada dekade 1960 sebagai noise radio yang nampak tersebar di seluruh penjuru alam semesta. CBM dianggap sebagai bukti terpenting dari kebenaran teori Big Bang. Pengukuran yang akurat oleh proyek WMAP menunjukkan bahwa temperatur CMB adalah -455 derajat Fahrenheit (-270 Celsius).
Credit: NASA/WMAP Science Team
10. Antimateri

Seperti sisi jahat Superman, Bizzaro, partikel (materi normal) juga mempunyai versi yang berlawanan dengan dirinya sendiri yang disebut antimateri. Sebagai contoh, sebuah elektron memiliki muatan negatif, namun antimaterinya positron memiliki muatan positif. Materi dan antimateri akan saling membinasakan ketika mereka bertabrakan dan massa mereka akan dikonversi ke dalam energi melalui persamaan Einstein E=mc2. Beberapa desain pesawat luar angkasa menggabungkan mesin antimateri.
Credit: Penn State U. /NASA-MSFC
Tag : 10 Fenomena Galaksi Bima Sakti yang Paling Menakjubkan



